Tanggal 3 September 2010, melalui pesan singkat Ocha, istri Yusran, mantan Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia, saya diundang berbuka puasa bersama (bukber) di kantor mereka. Lokasinya tidak jauh dari jembatan Jl. Abdullah Daeng Sirua arah ke Racing Center, Makassar. Sebelum ke sana saya mampir di Gedung Graha Pena mengajak Pamudi, rekan yang bekerja di salah satu proyek ACIAR Australia untuk riset pengembangan budidaya kelautan.
***
Pukul 17.20 saat saya sampai di kantor mereka. Di sana ada Ahmad “Anca” Mauliddin, dan beberapa staf YKL. Di depan kantor beberapa orang dari pihak Catering sedang mengatur meja, kursi dan letak wadah makanan. Lalu datang Zatriawan, Sri Wahyuni dengan dua anaknya disusul Yusran dan Ocha, juga datang kemudian Direktur YKL yang baru Irham Rapy alias Rappunk dan Nyonya.
Di depan kantor, satu persatu sahabat berdatangan. Kak Naz, Prof Iqbal Burhanuddin, Dr. Lukman dan beberapa alumni Kelautan mulai menyesaki kursi plastik merah yang disiapkan YKL. Ada AM Riady, Muhammad Syakir, Buhaerah Erax, Irwan Muliawan, Ongen Siwabessy, Edo dan istri, Subhan Chuba, Imran Lapong, Muis. Juga beberapa alumni baru. Selain Wawan Mangile dan Opay (pengurus Selam MSDC), ada belasan alumni yang saya tidak ingat persis namanya yang memilih duduk di dekat rindang pohon pisang.
Beberapa rekan Yusran yang bekerja untuk satu proyek pesisir dengan Oxfam GB juga datang. Ada dua berwajah expat. Yang satu fasih berbahasa Indonesia yang satunya masih terbata-bata.
Saya kira ada lebih tiga puluh orang yang hadir di acara itu.
***
O ya, ada tamu istimewa malam itu: mas Rahmat Eko Raharjo. Dia datang ditemani Hasanuddin “Oending” Sanusi, yang kini jadi dosen di salah satu perguruan tinggi. Mas Eko adalah salah seorang peserta studi lanjutan dari Angkatan Laut Surabaya di Program Studi Ilmu Kelautan Unhas pada tahun 90-91.
Sembilan belas tahun lalu, Mas Eko bersama seorang lainnya Rudin Alamsyah masih berpangkat letnan (pelaut) satu. Kabar buruk buat kita semua karena Rudin Alamsyah diberitakan telah meninggal karena sakit yang tak terduga beberapa tahun lalu.
“Saat itu mas Rudin lagi baring-baring santai di lantai, tiba-tiba mengaku gak enak badan dan tidak lama kemudian meninggal,” Kata Mas Eko. Mas Eko sendiri menurut pengakuan Hasanuddin, telah berpangkat tiga melati. Berarti mas Eko telah berpangkat Letnan Kolonel?
Pertemuan yang mengesankan dan sarat makna. Saya sempatkan mengobrol dengan Prof Iqbal tentang situasi kemahasiswaan dan kegiatan mahasiswa Kelautan. Juga menyampaikan tentang pentingnya membantu mahasiswa untuk paham metodologi penelitian dasar, desa pesisir, riset dan teknik interview.
“Itu yang sedang kita dorong, walau begitu ini sangat tergantung pada minat mahasiswa juga,” Kata Prof Iqbal. Ada dugaan bahwa minat mahasiswa Kelautan pada kegiatan organisasi kebaharian saat ini sedang drop. "Saat ini telah ada 700an alumni Ilmu Kelautan," Kata Prof Iqbal. "Iya, di group FB terdaftar 301 alumni," saya menambahkan.
Di bagian lain, Dr. Lukman (yang baru saja pulang menggondol gelar Doktor dari Jerman) bincang dengan Mas Eko tentang kebijakan dan penegakan hukum di laut yang akhir ini jadi topik nasional, beberapa kawan seperti AM Riady dan Hasanuddin ikut menimpali.
“Terkait konflik pamanfaatan sumberdaya kelautan kita oleh dua negara, nampaknya memang perilaku nelayan dan aparat pemerintah Malaysia kerap berlebihan,” Kata Dr Lukman yang pernah penelitian di Riau dan sekitarnya.
Buka puasa sekaligus pertemuan alumni antar angkatan di Kantor YKL itu sangat mengesankan dan berarti dan penuh cerita sukses. Beberapa obrolan juga terdengar antara Irawan Muliawan dan rekan seangkatannya seperti Edo, Muis dan Ongen. Ongen sendiri sedang istirahat sepulang dari proyeknya dengan UN di Papua New Guinea. Di telah dua tahun bekerja di negara timur Indonesia itu. “Saat ini saya sedang menimbang untuk bekerja di Kosovo,” Katanya.
Tamu lainnya seperti Buhaerah Erax yang kini sedang bekerja di salah satu program CSR korporat di Sulawesi Barat juga berbagi cerita dengan sahabatnya seperti Ancha, dan beberapa alumni angkatan di bawahnya.
Bagaimana pun pertemuan alumni sekaligus buka puasa bersama itu telah mengikat kembali temali silaturahmi alumni. Sayang sekali saya bersama Pamudi tidak bisa lama di sana. Saya pulang saat Prof Iqbal dan Dr Lukman sedang bincang dengan alumni lainnya.
Setelah YKL, ada yang tertarik mengundang alumni halal bihalal setelah lebaran nanti?
Sungguminasa, 05/09/2010
No comments:
Post a Comment