Friday, September 3, 2010

Jalan Kami Diperbaiki

Pukul 06.00, tanggal 9 Juni 2010 saat menyusuri jalan di kompleks perumahan kami mengarah ke depan Rumah Potong Hewan Tamarunang, Somba Opu Gowa, saya dapati dua wanita berdiri dan memperhatikan jalan yang baru saja diaspal butas. Sepertinya dikerjakan saat dinihari semalam. Dari tempat mereka berdiri terparkir dua truk tronton besar sekali, di depan rumah warga. Truk yang telah ada bertahun-tahun di situ.

"Kira-kira sampai kapan aspal ini bertahan?," kata salah seorang dari mereka. Saya tersenyum. "Wah, saya tidak tahu soal jalan," kataku. Sepertinya mereka khawatir dengan tinggi aspal dan labilnya sisi jalan, apalagi melihat mobil besar yang sering melewati jalan ini.

Sebagai warga Tamarunang, tentu saja saya senang. Jika sebelumnya penuh lubang dan tak nyaman dilalui maka kali ini sangat berbeda. Dikerjakannya jalan ini setidaknya menunjukkan bahwa kompleks kami diperhatikan oleh pemerintah, sebab selama ini hanya janji yang kerap berseliweran. Bukan hanya itu, lokasi perumahan kami persis di sisi sungai Jeneberang, jadi ketakutan bahwa area kami "illegal" bisa ditepis dengan diperbaikinya jalan ini.

Perbaikan jalan di Tamarunang ini tidak tunggal. Tanggal 6 Juni saat berkunjung ke rumah orang tua di Galesong, hal yang sama terlihat di antara jalan Tana Bangka, Bajeng Barat hingga memasuki batas kabupaten Takalar. Demikian pula saat pulang melewati jalan antara Desa Bontolanra, Galesong Utara, Takalar hingga Kampung Kalukuang. Beberapa ruas jalan telah diratakan.

Sungguh, sebagai warga Gowa kami sangat berterimakasih atas perbaikan jalan ini. Kebahagiaan itu akan semakin jelas saat tahu berapa dana yang telah dianggarkan untuk sarana publik ini. Saya belum melihat "papan informasi proyek" di ruas jalan yang saya lewati itu, sebagaimana lazimnya proyek dari pemerintah.

No comments:

Post a Comment