Friday, December 31, 2010

Kado Obama

Guys, baru saja menonton acara “Inside Story” dari kanal televisi Aljazeera tentang “Non-Proliferation Treaty”, ya, semacam traktat anti nuklir. Satu hulu ledak nuklir ditengarai dapat menenggelamkan satu pulau sebesar pulau Selayar atau pulau Bali sekali pun.

***

India, Pakistan, Korea Utara, Iran, China adalah negara yang belakangan ini lekat dengan issu nuklir. Selain mereka, ada negara Paman Sam yang disebut sebagai pemain lama dan awalnya mempunyai 2.252 hulu ledak, sedangkan Rusia, eks pecahan USSR Soviet sebanyak 2.600.

Jika negara-negara Asia seperti yang disebutkan di atas sedang berlomba membuatnya, namun Russia dan Amerika berupaya untuk menguranginya. Adalah Presiden Medvedev dari Russia dan Obama sejak bulan April 2010 mulai mengambil langkah signifikan.

Mereka sukses mengurangi jumlah senjata nuklir menjadi 556 milik Amerika berbanding 678 kepunyaan Russia. Bukan hal yang mudah karena ini diperoleh melalui diskusi yang panjang dalam aliansi “Non Proliferation Treaty (NPT)”, atau traktat anti nuklir ini sejak tahun 1968. Presiden Reagan pada tahun 1982 termasuk yang sangat serius mengurangi senjata nuklir ini.

“Traktat baru dibuat antara Pemerintah Russia dan Amerika pada bulan Desemberi 2010 Ini ibarat hadiah natal dari Obama dan Medvedev bagi warga dunia,” Kata salah seorang sumber di kanal Televisi Aljazeera. Dengan adanya perjanjian ini, setidaknya mengurangi peluang kedua negara itu memproduksi nuklir. Sebagai tambahan, kedua negara ini memiliki 95% nuklir dunia.

Ada dua negara yang nampaknya mesti sadar dengan inisiatif itu: Iran dan Korea Utara. Keduanya diduga sedang dia memproduksi senjata nuklir. Terhadap Korea Utara, ketakutan warga dunia rasanya beralasan mengingat konflik di semenanjung Korea yang saat ini semakin panas.

Nuklir? Ihhhh…

No comments:

Post a Comment