Nampaknya pengajar ingin memberi penekanan pada pentingnya menentukan harga yang pas untuk sesuatu yang "biasa" saja. Ini penting, supaya konsumen datang lagi bukannya malah mendongkol dan menceritakan sesuatu yang tidak bagus pada produsen atau penyedia produk. Dosen itu bilang, warung makanlah yang kerap berlebihan menentukan harga saat yang datang bermobil atau terlihat sebagai orang baru.
Dua hari lalu saat menikmati sajian ikan bakar cepa' atau "ikan kuweh?", ala rica rica di salah satu warung di salah satu kabupaten di Sulsel saya awalnya kaget saat saya mesti merogoh 45ribu untuk satu ikan seukuran telapak tangan. Kaget yang tidak terlalu lama saat menyadari bahwa ikannya memang asik.
Ukuran ikan dengan nilai nominal Rupiah yang sebegitu saya anggap wajar dengan beberapa pertanyaan susulan yang cukup saya yang tahu. Porsi sepiring nasi, eh dua piring, sup dan seekor ikan cepa ricarica plus teh hangat nampaknya memang layak diganjar sekian puluh ribu rupiah.
Namun, malam ini, di warung yang sama, akhirnya bertanya saat mesti membayar, 20ribu untuk menu berikut, paha ayam goreng, nasi, sup dan sebotol aqua Ades 350ml. Paha ayam goreng dan nasi plus sup wajar di harga 16ribu seperti tertera di daftar menu, tetapi saat saya tanyakan: untuk Ades seperti itu (yang tidak jauh beda ukurannya dengan aqua gelas), harganya 4ribu?.
"Memang begitu," kata wanita di kasir. Ah, tiba-tiba saya ingat saat beli Aqua botol besar dengan harga Rp. 4ribu kemarin. Kontras sekali.
"Baiklah," kataku sambil memeriksa ukuran air minum mineral itu.
Tentang air minum, sepertinya taktik beberapa warung makan (setidaknya beberapa warung nasi) adalah tidak menyiapkan lagi air minum gratisan. It's OK tapi jika membandrol harga yang sangat menggigit itu tentu kita layak untuk heran superakut. Oh ya, hal sama juga saya alami saat makan soto ayam, plus segelar aqua gelas (yang biasanya diganjar Rp. 500,- tiba-tiba saja mesti saya bayar Rp. 2ribu. "Berapa soto ayamnya," Kataku. "17ribu limaratus," katanya.
Ibu itu menyebut angka Rp. 16ribu untuk soto ayam dan seribu limaratus untuk aqua gelas yang tak jelas merknya.
Duh!
Maaf jika saya kagum sekaligus heran! Atau karena saya mulai menekuni Ilmu Ekonomi?
No comments:
Post a Comment